Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan Lampung Gelar Sosialisasi di Sejumlah Pondok Pesantren Kabupaten Pringsewu

Pringsewu, Juni 2026 – Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Raden Intan Lampung terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan pesantren melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di beberapa pondok pesantren dan madrasah/sekolah mitra di Kabupaten Pringsewu. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program studi, sistem perkuliahan, serta berbagai program unggulan yang dimiliki FUSA kepada para santri dan siswa tingkat akhir.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Huda (SMK Nurul Huda), Pondok Pesantren Nurul Iman (MA Nurul Iman), dan Pondok Pesantren YPPTQMH (MA Mathla’ul Huda) yang berada di Kabupaten Pringsewu. Rombongan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama dipimpin oleh Ahmad Muttaqin, selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, sebagai perwakilan pimpinan fakultas, didampingi para Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi di lingkungan FUSA.
Kehadiran rombongan FUSA disambut hangat oleh pimpinan masing-masing pondok pesantren beserta dewan guru dan para santri. Dalam sambutannya, para pimpinan pondok menyampaikan apresiasi atas kunjungan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama yang dinilai memberikan wawasan akademik serta motivasi kepada para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Dekan III memperkenalkan berbagai program studi yang berada di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, yaitu Program Studi Studi Agama-Agama, Aqidah dan Filsafat Islam, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Pemikiran Politik Islam, Ilmu Hadis, serta program akademik lainnya yang terus dikembangkan untuk menjawab tantangan dan kebutuhan kajian keislaman kontemporer.
Dalam pemaparannya, Dr. Ahmad Muttaqin, M.Ag. menjelaskan bahwa lulusan pesantren memiliki potensi besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama. Bekal keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren menjadi modal penting dalam mengembangkan kajian keislaman, pemikiran Islam, studi Al-Qur’an dan Hadis, serta berbagai disiplin ilmu sosial-keagamaan.
Selain memperkenalkan program studi, FUSA juga mensosialisasikan sejumlah program unggulan UIN Raden Intan Lampung, khususnya Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Fast Track. Program RPL memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk memperoleh pengakuan atas pengalaman belajar dan kompetensi yang telah dimiliki, baik melalui pendidikan formal, nonformal, maupun pengalaman profesional, sehingga dapat dikonversi menjadi kredit akademik sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Program Fast Track merupakan program percepatan studi yang memberikan peluang bagi mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister secara lebih terarah dan efisien. Melalui program ini, mahasiswa program sarjana yang memenuhi persyaratan dapat mengambil sejumlah mata kuliah magister pada semester akhir masa studinya sehingga proses penyelesaian studi pascasarjana dapat dilakukan dengan lebih cepat tanpa mengurangi kualitas akademik.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ahmad Muttaqin, M.Ag. juga menegaskan komitmen Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama untuk terus memperluas kerja sama dengan lembaga pendidikan pesantren sebagai bagian dari upaya memperkuat akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Islam. Menurutnya, pesantren dan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berakhlak, berwawasan keilmuan luas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan Lampung berharap dapat mempererat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan pesantren di Kabupaten Pringsewu, sekaligus meningkatkan minat lulusan pesantren untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sinergi yang terbangun antara kedua lembaga diharapkan mampu melahirkan generasi intelektual Muslim yang unggul, moderat, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
