Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan Lampung Gelar Sosialisasi di Pondok Pesantren Al Firdaus Kemiling

Bandar Lampung, 3 Juni 2026 – Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Raden Intan Lampung melaksanakan kegiatan sosialisasi di Pondok Pesantren Al Firdaus, Kemiling, Kota Bandar Lampung, pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan program studi, sistem perkuliahan, serta berbagai program unggulan yang dimiliki FUSA kepada para santri dan pengelola pesantren.
Rombongan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama dipimpin langsung oleh Dekan FUSA, Dr. H. Mahmudin Bunyamin, M.A., didampingi para Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) di lingkungan FUSA.
Kehadiran Dekan beserta rombongan disambut hangat oleh H. Amirudin selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al Firdaus sekaligus Koordinator Pimpinan Pondok Pesantren se-Kota Bandar Lampung. Dalam sambutannya, H. Amirudin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama yang dinilai mampu memberikan wawasan dan motivasi kepada para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FUSA memperkenalkan enam program studi yang berada di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, yaitu Studi Agama-Agama, Aqidah dan Filsafat Islam, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Pemikiran Politik Islam, Ilmu Hadis, serta program-program akademik lainnya yang terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan kajian keislaman kontemporer.
Selain memperkenalkan program studi, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi berbagai program unggulan UIN Raden Intan Lampung, di antaranya Program Rekognisi Pembelajaran Semester (RPS) dan Program Fast Track. Kedua program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi dalam mempercepat masa studi serta meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam paparannya, Dr. H. Mahmudin Bunyamin, M.A. menyampaikan bahwa lulusan pondok pesantren memiliki peluang yang sangat besar untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama. Menurutnya, bekal keilmuan yang telah diperoleh di pesantren sangat relevan dengan kajian-kajian Islamic Studies yang menjadi fokus utama FUSA.
Selain memperkenalkan program studi, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi berbagai program unggulan yang dimiliki UIN Raden Intan Lampung, khususnya Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Fast Track. Dalam pemaparannya, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama menjelaskan bahwa kedua program tersebut merupakan bentuk inovasi akademik yang memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat, alumni pesantren, dan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi secara lebih efektif dan terintegrasi.
Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) memberikan pengakuan terhadap pengalaman belajar, kompetensi, dan pengalaman kerja yang telah dimiliki calon mahasiswa, baik yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, maupun pengalaman profesional. Melalui skema ini, capaian pembelajaran yang telah dimiliki dapat dikonversikan menjadi sejumlah kredit akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga dapat mempercepat proses penyelesaian studi tanpa mengurangi kualitas akademik.
Sementara itu, Program Fast Track merupakan program percepatan studi yang memungkinkan mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister secara lebih terencana dan berkesinambungan. Melalui program ini, mahasiswa program sarjana pada program studi yang telah memenuhi persyaratan dapat mengambil sejumlah mata kuliah magister pada semester akhir masa studinya. Dengan demikian, setelah menyelesaikan program sarjana, mahasiswa dapat langsung melanjutkan ke jenjang magister dengan masa studi yang lebih efisien karena sebagian capaian pembelajaran telah diakui pada program pascasarjana.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama berharap dapat mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren, sekaligus meningkatkan minat lulusan pesantren untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kerja sama yang baik antara kedua lembaga diharapkan mampu melahirkan generasi intelektual Muslim yang unggul, moderat, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
