Dihadiri Tokoh Nasional dan Daerah, Dekan FUSA UIN RIL Motivasi Santri Al-Hidayat Gerning Jangan Minder

PESAWARAN — Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama ([FUSA UIN Raden Intan Lampung], Dr. Mahmudin Bunyamin, Lc., M.A., menghadiri sekaligus memimpin doa penutup pada acara Haflah Akhir Sanah dan Khotmil Qur’an di Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning, Tegineneng, Pesawaran, pada Ahad (14/6/2026).
Acara di Pondok Pesantren dipimpin oleh Gus Ma’shum Abror ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sederet tokoh penting. Di antaranya Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela M.M., Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira Bastian, S.E., M.M., serta Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah sekaligus Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung, Dr.H.Puji Raharjo.
Acara inti Haflah diisi dengan tausiah ilmiah oleh Gus Idror (KH. Muhammad Idror Maimoen). Putra ulama karismatik almarhum KH. Maimoen Zubair ini merupakan alumni dari Sayyid Alwi Al-Maliki Makkah Al-Mukarramah. Menariknya, Gus Idror ternyata berada di bawah naungan almamater yang sama di Makkah dengan Dekan FUSA, Dr. Mahmudin Bunyamin, sehingga pertemuan ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang hangat di antara sesama alumni Timur Tengah.

Sebelum memimpin doa, Dr. Mahmudin Bunyamin menyempatkan diri memberikan motivasi membakar semangat bagi para alumni santri yang baru lulus. Ia berpesan agar para santri terus giat belajar dan tidak boleh merasa rendah diri di tengah masyarakat.
“Jangan pernah minder menjadi santri. Lihatlah para pejabat dan tokoh nasional asal Lampung yang hadir hari ini, banyak dari mereka yang merupakan alumni dari berbagai pondok pesantren,” ujar Mahmudin menyemangati para wisudawan.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FUSA juga mensosialisasikan peluang melanjutkan pendidikan tinggi di kampus UIN Raden Intan Lampung. Ia menegaskan bahwa Fakultas Ushuluddin merupakan wadah pendidikan lanjutan yang sangat tepat bagi lulusan pesantren, terutama bagi para santri yang mengambil program khusus seperti tahfizh atau hafalan Al-Qur’an.
Pihak kampus berkomitmen penuh mendukung pendidikan berkelanjutan bagi kaum sarungan lewat jaminan biaya kuliah yang terjangkau. “Kami menyediakan berbagai program beasiswa dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang ramah kantong, di mana alokasinya akan kami utamakan bagi para alumni pondok pesantren serta mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik,” pungkasnya.
