Dekan FUSA UIN RIL Tekankan Percepatan PIN Eligible 2019 dan Implementasi OBE di Rakoor Prodi

Bandar Lampung, (Humas FUSA) Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan Lampung menyelenggarakan rapat koordinasi bersama para Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi di lingkungan fakultas. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya penguatan tata kelola akademik serta sinkronisasi program kerja antarunit dalam menghadapi berbagai agenda strategis fakultas. (Selasa,21 April 2026)
Dalam arahannya, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Dr. Mahmudin Bunyamin, Lc., M.A., menekankan pentingnya percepatan dan pemantauan terhadap proses administrasi mahasiswa angkatan 2019, khususnya terkait pengurusan PIN eligible ijazah. Ia menggarisbawahi bahwa setiap kendala yang muncul harus diidentifikasi secara komprehensif dan diselesaikan secara tuntas melalui koordinasi aktif di tingkat program studi. Hal ini dinilai krusial untuk memastikan kelancaran layanan akademik serta menjaga kualitas tata kelola lulusan.
Selanjutnya, Wakil Dekan Bidang I, Dr. Abdul Malik Ghazali, M.A., menyampaikan tindak lanjut dari kegiatan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) terkait asesmen kurikulum. Ia menegaskan bahwa optimalisasi evaluasi kurikulum di tingkat program studi harus menjadi prioritas, terutama dalam memastikan kesesuaian antara capaian pembelajaran lulusan (CPL) dengan kompetensi keilmuan masing-masing program studi.
Menurutnya, kurikulum merupakan instrumen utama dalam sistem pendidikan tinggi yang menentukan arah dan kualitas lulusan, sehingga perlu terus disesuaikan dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan global.Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang II turut memberikan informasi strategis terkait persiapan akreditasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, khususnya pada Program Studi Ilmu Hadis dan Sosiologi Agama. Ia menginstruksikan agar masing-masing program studi segera menyiapkan dokumen pendukung seperti Term of Reference (TOR), Surat Keputusan (SK) kepanitiaan, serta rundown kegiatan secara sistematis dan terstruktur.
Menutup rapat koordinasi, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama kembali menegaskan komitmen fakultas dalam mengimplementasikan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) secara berkelanjutan. Implementasi tersebut mencakup tiga tahapan utama, yaitu Outcome-Based Curriculum (OBC), Outcome-Based Learning and Teaching (OBLT), serta Outcome-Based Assessment and Evaluation (OBAE).
Ketiga aspek ini harus terintegrasi secara konsisten guna mendukung terwujudnya sistem pendidikan tinggi yang adaptif, berkualitas, dan berdaya saing global.Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antar pimpinan fakultas dan program studi, sekaligus mendorong peningkatan mutu akademik yang selaras dengan visi UIN Raden Intan Lampung sebagai universitas berwawasan global. (Wal/Rom)
